blog image
Kenalkan Batik Pamiluto asal Gresik di Forum Internasional

Robiatul Adawiyah yang akrab dipanggil Hilda, pemudi asal Gresik yang menjadi Duta Pertukaran Pemuda Antar Negara ( PPAN ) mewakili Jawa Timur sekaligus Indonesia dalam ajang ASEAN – India Student Exchange Program 2018 memperkenalkan batik asal Gresik ke forum Internasional. Dalam program yang melibatkan pemuda dari seluruh negara ASEAN ini, Hilda mendapat kesempatan untuk mewakili delegasi Indonesia dalam kegiatan seremonial dan berbincang dengan Chief Election Commissioner of India, Om Prakash Rawat. Program yang diselenggarakan mulai tanggal 1 sampai 11 Mei 2018 ini berlangsung secara meriah. Pada acara gala dinner, hadir pula beberapa Duta Besar dari negara-negara ASEAN. Dalam kegiatan tersebut, 25 orang delegasi Indonesia menggunakan batik. Di kesempatan ini, Hilda menggunakan batik Pamiluto asal Gresik. “Teman-teman dari ASEAN banyak yang meminta foto dengan saya saat saya menggunakan batik Pamiluto, mereka bilang batik dan warna kainnya cantik”. Hilda juga menceritakan tentang makna yang terkandung dalam batik Pamiluto. Batik pamiluto bercerita tentang segala aspek kehidupan yang ada di Gresik, dari kota religi hingga kota industri. Ketertarikan pada batik ini juga ditunjukkan oleh masyarakat India, “saat kami berjalan untuk kunjungan industri maupun ke tempat bersejarah di India, kami selalu menjadi pusat perhatian” Selain menggunakan batik, delegasi Indonesia juga menggunakan seragam ciri khas kebanggaan Pemuda Pertukaran Antar Negara yang disebut A-1. Untuk menjadi Duta PPAN , ada beberapa tahapan yang harus di lalui oleh setiap kandidat, mulai dari tes tertulis, tes wawancara, hingga karantina. Proses terpilihnya Hilda di mulai dari tahun 2016 yang merupakan pintu bagi Hilda untuk terpilih menjadi Duta PPAN. Pengalamannya saat mejadi relawan pengajar bagi anak anak BMI ( buruh migran Indonesia ) di Malaysia. Karena setiap kandidat wajib menyertakan portofolio social project yang pernah di jalani, Kecintaan Hilda terhadap Gresik dibuktikan saat membawakan tari javin mandailing dari Bawean pada tahapan tes pengetahuan budaya Jawa Timur. Untuk Menjadi Duta PPAN, setiap kandidat harus Memiliki performance yang baik secara individual mempunyai jiwa leadearship, setiap kandidat juga harus memiliki team work yang baik karena mereka yang terpilih merupakan Kontingen Indonesia. Jawa Timur sendiri ditunjuk oleh Kemenpora mengirimkan wakil terbaiknya untuk PPAN ke 3 negara yaitu India, Korea dan Jepang. Setelah kembali ke Indonesia, mereka akan membuat post program activity. Di harapkan dari program tersebut akan membawa impact yang bagus untuk Jawa Timur khususnya dan Indonesia pada umumnya.